Postingan

TAHUN PENGUMPULAN KARMA BAIK

Pagi ini sangat dingin, di desa ini aku terbangun dari tidurku merasakan debur angin Bulan Januari, hari kedua di tahun 2019. Rasanya semalam aku menuliskan resolusi untuk hari ini agar aku bisa bangun lebih pagi, mengepel lantai, mencuci piring, memasak, dan semua pekerjaan rumah tangga lainnya sudah beres sebelum Bapak dan Ibuku bangun dari tidurnya. Tapi, apalah hasilnya justru aku menjadi pemancing amarah Ibuku yang tidak suka jika anak perempuannya bangun siang. Memang kasur dan selimut yang hangat itu terlalu mendekapku erat-erat. Aku rasa, Ibuku adalah sosok Ibu Rumah Tangga yang cakap & professional. Pagi-pagi ia sudah menyiapkan teh hangat dan sarapan yang sudah siap di meja makan dan tidak pernah melebihi pukul 07.00 pagi. Saya juga paham betul, hal itu juga Ibu lakukan untuk memberi contoh kepadaku pabila nantinya menjadi seorang Ibu, sayangnya   aku tidak pernah bangun pagi lagi semenjak lima tahun tinggal tanpa Ibu alias melanjutkan pendidikan di Semarang. ...

MELANKOLIS

Beberapa hari lalu saya pulang ke kampung halaman dengan keadaan sehat, berumur 22 tahun namun tidak memiliki apa-apa, bisa di bilang tanpa daya dan kuasa, dengan demikian saya merasa sangat sungkan untuk menghadap orang tua dan orang-orang sekitar yang mengenalku dan menaruh harapan besar untukku.  Perkiraanku benar adanya, semakin dewasa semakin berat kehidupan yang harus di jalani. Belum lagi soal kondisi emosional mengenai perasaan, atau tekanan batin untuk segera hidup mapan dan sukses. Harapan semua orang memang demikian, tapi tidak banyak yang sadar akan garis kehidupan yang sudah diatur sebelum kita lahir. Orang-orang dengan ambisi dan optimismenya memang banyak kemungkinan untuk merubah nasib dari yang biasa menjadi luar biasa, dari pelayan mejadi pemimpin, dari entah berantah menjadi beradab, atau lain sebagainya.

SEMUA BAIK

Setiap hari, bertambah dewasa saya menyadari bahwa Tuhan sangat mengatur segala sesuatu yang datang dalam hidupku, dari hal-hal kecil, bahkan dari hal-hal yang aku lihat setiap milisecond semua sudah diatur. Aku bersyukur di anugerahi sebuah pertemuan dengan seseorang yang merubah pandangan hidupku menjadi berpikiran lebih maju dan berusaha memikirkan dasar atau intisari setiap hal yang ku alami. Tuhan selalu membuatku lebih baru dan baru lagi, aku jadi ingat kisah Nabi Muhammad SAW ketika masih kecil sempat di datangi malaikat Gabriel yang membelah dadanya menjadi dua, mengambil hatinya, membersihkannya, kemudian dikembalikan lagi kedalam tubuhnya. Itu adalah sebuah peristiwa yang mengerikan namun membantuku untuk mengerti, sama halnya ketika Tuhan mendatangkan orang-orang baru dalam hidupku, mereka memberikan isi baru dalam hati kita, hingga kita mampu dengan mandiri mencuci hal-hal buruk dari masa lalu dan hati kita kembali bersih dengan pengetahuan baik yang berhasil kita pilah d...

ARSIP SENIKU YANG SEDERHANA

Gambaran strereotip mengenai jenius kreatif yang mengonsumsi narkoba, mabuk dan berganti-ganti pasangan itu sudah basi. itu hanya untuk orang-orang yang ingin mati muda. Intinya: menjadi kreatif butuh banyak energi. Kamu takkan punya energi itu jika dihabiskan dengan hal lain. Saya sudah mulai tertarik dan mengenal seni sejak belasan tahun yang lalu, ketika saya kelas IV SD, entah mengapa waktu itu mendengar kata seni saja sudah membuat tertarik untuk menyimak atau menjalani lebih lanjut, seni pertama yang saya coba waktu itu adalah seni tari, memang ada ekstra kulikuler Seni Tari di sekolah, saya sempat mengikuti beberapa kali sebelum guru seni tari pindah, beliau mengatakan bahwa saya berbakat (itu adalah hal bahagia) dan berpesan pada saya agar mengikuti les atau kursus tari di tempatnya dengan registrasi Rp. 20.000,-. Keluarga serba kekurangan, apalagi waktu itu orang tua harus membiayai biaya sekolah dua saudaraku yang duduk di SMA dan SMP, tentu saya tidak berani meminta sejuml...

JUMAT

Ya Tuhan, Allah penyelamatku, siang malam aku berseru kepadaMu. Semoga doaku sampai kehadiratMu, dengarkanlah jeritan tangisku. Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun, dan hidupku mendekati ambang maut. Aku dianggap sudah turun ke liang kubur, seperti orang kehilangan hayat. Di alam mautlah kediamanku, seperti orang yang mati terbunuh karena aku berbaring dalam kubur. Seperti orang yang tidak lagi Kau ingat, terpisah dari cintaMu. Kau campakkan daku ke lubang terdalam, ke tubir yang gelap gulita. Aku tertindih oleh amarahMu, dan keberanganMu melumpuhkan daku. Handai taulanku Kau jauhkan daripadaku Kau jadikan daku haran bagi mereka. Aku terkurung, tak dapat lolos, mataku kabur tersesak derita. Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, kepadaMu kutadahkan tanganku. Adakah Engkau berkarya bagi orang mati ! masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur, dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan ! Adakah karyaMu yang agung...

DANCING IN THE RAIN (Ulasan Film Indonesia)

Dua hari lalu, tepatnya tanggal 18 Oktober, film Indonesia berjudul Dancing In the Rain mulai tayang di Indonesia, salah satu pemain film tersebut adalah aktor favorit saya, yaitu Deva Mahenra. Saya memiliki minat khusus untuk menonton film ini karena ada dia (Deva Mahenra). Membahas sedikit mengenai Deva Mahenra yang selalu bermain apik dalam setiap filmnya, juga sangat menarik hati untuk tak di pandang sebelah mata atas kemampuan main perannya, rata-rata karakter yang ia dapat adalah karakter protagonis, dan saya melihat ada satu karakter yang melekat pada Deva Mahenra yaitu romantis. Film ini adalah salah satu film beralur mundur yang membuat saya menangis sepanjang cerita, dari pertama kali film ini di putar (prolog) yang menceritakan seorang anak berkebutuhan khusus (cacat psikis) tinggal bersama Eyang Uti tanpa kasih sayang Ibu dan Ayah kandungnya yang tidak mau menerima keadaan. Dikisahkan, Banyu (Dimas Anggara) yang sejak kecil dirawat dengan penuh kasih oleh Eyang Uti (...

INTROSPEKSI

Cahaya pagi merambat dari jendela kamar tidurku, menyinari kelopak mataku yang tipis, membuatnya terbuka. Aku terbangun tanpa bermimpi, semalam hanya dimensi yang kulewati dengan mati sebentar, dan tidak merasakan apa-apa. Enam hari lalu adalah hari ulang tahunku yang ke -22 tahun, lima tahun kebelakang aku banyak menuliskan apa yang harus dicapai di usia itu, dan kini terjadi justru sebaliknya, banyak hal-hal yang tidak kuharapkan terjadi, mulai putus asa, tak bisa hidup dengan baik, banyak melakukan keteledoran, yang menimbulkan permasalahan runyam. Dulu aku seorang ambisius, dan penuh optimisme hingga orangtuaku selalu percaya aku perempuan yang penuh semangat, mandiri dan tangguh, tapi aku sering menerima kekecewaan, beberapa hal yang ku coba gagal, pun keterbatasan lain yang menghambat perkembangan diri, membuatku sering meremehkan banyak hal dan sulit di atur. Pagi ini aku niatkan untuk memperbaharui kegiatan harian, aku tidak biasa bangun pukul 06.00 pagi. Semalam aku bertekad...